Monday, January 16, 2017

Laporan Pertanggung Jawaban BEM FKI 2016

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur tiada hingga dan tiada cukup terlisankan kepada Allah Swt. yang telah membuktikan kuasa-Nya dalam memudahkan, memberi kebijaksanaan, keteguhan sekaligus ketegaran pundak dan hati dalam menjalankan amanah ini demi mewujudkan impian mulia bersama. Sungguh segala upaya yang telah hamba-Mu lakukan hanyalah berawal dari kemampuan dan kesempatan yang telah Engkau berikan, Yaa Rabb.
Perjalanan yang penuh ujian dan perjuangan kami selama mengabdi dalam satu periode ini telah usai. Tetapi sudah selayaknya kita tetap menyadari bahwa perjuangan tak akan pernah berhenti hingga kemenangan besar benar-benar telah diraih atau mati tengah menghampiri.
Ada banyak birokrat yang menjadikan dirinya kuasa pendidikan, sehingga menimbulkan kesewenang-wenangan, ada seorang diplomat yang pandai merangkai kata walaupun dia mengucap yang tidak ia maksud, ada juga pemuda-pemudi yang sedang nyaman, tidur lelap menikmati keadaan, yang sebenarnya adalah kehancuran, dan ada juga organisatoris yang menyemati aktivitas hanya untuk sertifikasi dan hanya cari kesibukan saja, bukan perubahan, ada juga seorang aktivis yang berdemo, tapi dalam hatinya tenggelam dalam nafsu, dan ada juga manusia yang selalu bilang “Ya,” ketika dunia ini ingin mendengarkan, “ya.” Dan ada juga seorang mahasiswa yang gandrung dengan urusannya sendiri. Semoga kita tidak dalam imaji yang digambarkan itu.
Terimakasih kawan, demikian Laporan pertanggung jawaban kami selaku Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKI periode 2015 / 2016. Apa yang ada di dalam laporan pertanggung jawaban ini adalah kenyataan yang kami alami dan tidak ada yang kami tutup–tutupi. Walaupun itu ada, mungkin keteledoran dari kami karena tidak ada yang sempurna di dunia melainkan kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Tetap semangat dan jangan mudah menyerah karena keadaan. Karena mundur adalah penghianatan. Dan apabila ada kinerja kami selama satu periode ini yang dirasa kurang maksimal itu semua karena kelalaian kami sebagai manusia. Semoga kekurangan dan kesalahan kami selama menjalani amanah ini dapat dijadikan pelajaran dan pengalaman untuk lebih menyuburkan dan memperjuangkan kembali pohon amanah BEM FKI kedepan, yang mana kita selalu berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa FKI. Ini bukan bicara mahal, murah atau susah gampang, ini adalah perjuangan. Semoga Allah selalu bersama dalam setiap perjuangan kita, dan dicatat sebagai tinta yang dapat menuliskan nama kita di surga nanti. Amin. Perjuangan tidak berhenti disini, jalan juang tidak pernah ada bayangan ujungnya. Akan selalu kita kenang kawan-kawan. Ingat, Seperti kata Rasul, bukanlah dikata seorang beriman, jika belum mencintai yang lain seperti mencintai diri sendiri. Kita harus tetap memegang teguh rasa perjuangan dan kemanusiaan untuk masa depan dunia. Peduli dan cinta terhadap sesama, jangan kau tindas disekelilingmu, hanya karena keuntungan diri semata. Kitalah yang menentukan generasi umat kedepan.
 Salam Mahasiswa, Salam cinta sesama umat manusia, bangsa indonesia.
Berikut adalah File Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus BEM FKI Periode 2016 dapat di Download di sini

Resolusi KAMA FKI

Assalamu’alaikum wr. wb
Berikut adalah hasil resolusi dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (KAMA FKI) yang  ditujukan oleh Dekanat, isi dari resolusi tersebut adalah :

1
Menciptakan ruang belajar dan mengajar yang professional dan netral.
2
Membangun kekeluargaan antar anggota Civitas Akademik (Pejabat Akademik) dan Kemahasiswaan.
3
Junjung tinggi kebebasan Akademik terhadap mahasiswa.
4
Kampus FKI dengan fasilitas yang memadai.
Semoga dengan adanya resolusi tersebut dapat membuat FKI menjadi lebih baik lagi. Amin.
Wassalamu’alaikum wr. wb










Monday, December 5, 2016

Hasil Seleksi KPUM


Hay gaes, alhamdulillah hari ini kami mengadakan seleksi anggota KPUM untuk penyelenggaraan Pemilwa FKI. Dari beberapa nama yang mendaftar, terpilihlah sebanyak 7 anggota KPUM yang sesuai dengan UU Pemilwa, nama tersebut adalah :
No.
Nama
1
Anis Novita Dyah Rahmawati
2
Muhammad Husain
3
Vira Rahmadina
4
Miqdat Abdillah
5
Muhammad Khairil Amin
6
Sakti Perkasa
7
Rara Kinanda Ningrum
Kami ucapkan selamat kepada para pendaftar yang sudah terpilih, bagi pendaftar yang belum terpilih jangan berkecil hati. Semoga setelah pembentukan KPUM ini, Pemilwa di FKI dapat berjalan dengan lancar. Amiin
#SukseskanPemilgub2016

Tuesday, November 29, 2016

Kampanye FIKI Minggu Ke 2











Asalamu’alaikum Wr. Wb
Hallo gaes, alhamdulillah untuk kampanye FIKI pada minggu kedua (27 November) yang bertempat di Car Free Day telah terlaksana dengan lancar. Tidak disangka, masyarakat cukup antusias dalam mengikuti kampanya kami. Pada Kampanye kedua kali ini, kami mengadakan lomba melukis kaleng bekas. Peserta lomba ini adalah anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun. Mereka cukup senang dan bersemangat dalam mengikuti lomba ini. Awalnya kami hanya menargetkan sebanyak 25 kaleng yang diperlombakan, tetapi pada kenyataannya ternyata antusias masyarakat cukup tinggi terbukti bahwa kaleng yang kita bawa sebanyak 33 kaleng, telah habis diserbu oleh para peserta lomba, sehingga kami memohon maaf apabila ada beberapa peserta yang kami tolak Karena kami kehabisan stok kaleng. Tujuan kami mengadakan lomba ini adalah tidak semua yang bekas itu hanya menjadi sampah yang dibuang saja, tetapi yang bekas itulah yang dapat diubah kedalam bentuk karya atau kerajinan yang bagus dan menarik.
Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat yang antusias dalam mengikuti kampanye kami, kami tunggu kalian semua pada kampanye kami minggu depan (3 Desember).

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Friday, November 25, 2016

FIKI UMS


Melihat realita kondisi alam Indonesia saat ini memang kritis, seperti yang terjadi belum lama ini, pembakaran hutan di Riau pada Maret lalu seolah menjadi pemandangan yang biasa yang terjadi hampir setiap tahunnya. Akibat kebakaran tersebut, banyak masyarakat sekitar yang terganggu dan sebagian diantaranya mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bahkan hingga meninggal dunia.
Ada juga seperti fenomena reklamasi yang akhir-akhir ini marak menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Dampak kemarahan alam tersebut ternyata tidak menyadarkan para oknum yang tega melakukan hal tercela tersebut karena telah tertutup hati nuraninya demi kepentingan tertentu. Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan, mampukah gerakan pemuda dalam hal tanggap, peduli dan pelestarian lingkungan yang selama ini dilakukan dapat memberi dampak yang baik bagi masa depan alam Indonesia?

Melihat fenomena tersebut, Departemen Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS mengajak seluruh mahasiswa FKI ingin mengadakan suatu rangkaian acara yang bertajuk “Melihat Alam Indonesia”. Rangkaian acara tersebut dikemas dalam satu acara yang bernama Festival Komunikasi & Informatika (FIKI), yang berisi serangkaian kegiatan yang bersifat sosial atau kemasyarakatan. Maksudnya adalah kegiatan yang memiliki tema-tema yang mengusung tentang suatu hal yang ada di kehidupakan kita sebagai manusia sosial. Serta membuka mata akan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, realitas sosial dan mengembangkan pemikiran kritis untuk kondisi alam dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya.
Untuk lebih jelasnya silahkan simak blueprint berikut : klik disini

Thursday, November 24, 2016

Kampanye FIKI Minggu ke 1










Hay gaes, alhamdulillah acara kampanye FIKI (Festival Ilmu Komunikasi dan Informatika) pada minggu pertama telah terlaksana.
Sungguh diluar dugaan kami bahwa banyak masyarakat yang antusias untuk datang ke stand kami. Pada kampanye kami diminggu pertama (20 November 2016), kami mengusung tema hari pohon se-dunia Karena pada saat itu merupakan bertepatan pohon se-dunia.
Disaat kampanye kami menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli dengan alam. Kami menyebar para relawan FIKI untuk membawa trash bag yang dibawa keliling area CFD (Car Free Day). Disaat itu kami menyadarkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Kita tahu bahwa pada bulan ini menurut perhitungan meteorologi merupakan bulan dimana memasuki musim penghujan. Pada musim penghujan pastinya identik dengan bencana banjir yang diakibatkan oleh sampah.
Selain itu di stand kami, kami juga menggelar MMT yang bergambarkan sebuah gambar pohon. Disitu kami meminta masyarakat untuk menuliskan harapan untuk alam Indonesia kedepannya dan juga di stand tersebut kami juga mensosialiasikan serangkaian acara FIKI kepada masyarakat.
Sebagai informasi, pada Car Free Day minggu besok (27 Novemeber 2016) kami juga akan melakukan kampanye lagi. Untuk lebih jelasnya apa yang akan kami kampanyekan pada hari minggu besok, silahkan dating ke stand kami di Car Free Day besok. Kami tunggu kedatangan kawan-kawan semua.

Semoga dengan adanya acara FIKI ini dapat menggugah masyarakat untuk cinta dan peduli dengan alam.


Open Recruitment KPUM FKI UMS

Hay gaes, kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (BEM FKI) membuka Open Recruitment KPUM bagi kawan-kawan yang ingin menjadi bagian dari anggota pelaksana KPUM untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKI.

Sebelumnya, Apa itu KPUM?

KPUM adalah lembaga yang bersifat mandiri untuk menyelenggarakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM untuk meneruskan kepengurusan BEM sebelumnya.

Siapa saja anggota KPUM FKI?

Anggota KPUM FKI terdiri dari Keluarga Mahasiswa (KAMA FKI) yang mencakup Ormawa (non BEM dan DPM) dan Mahasiswa Umum.

Apa saja syarat untuk menjadi anggota KPUM FKI?

Syaratnya yaitu Bersikap Netral, Mahasiswa aktif FKI, memiliki komitmen terhadap suksesnya penyelenggaraan PEMILGUB.

Bagaimana Caranya mendaftar?

Caranya mendaftar yaitu cukup ketik kan :
KPUM_NAMA_JURUSAN_ANGKATAN . Lalu kirim ke nomor : 085749264929

Ayoo kawan-kawan FKI segera daftarkan diri kalian untuk menjadi bagian dari KPUM, anggota KPUM ini terbatas hanya untuk 7 anggota saja lhoo..
Kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya, kami tunggu pastisipasi kawan-kawan semua.


Sunday, October 30, 2016

Refleksi Sumpah Pemuda

Hallo gaes, dalam postingan ini akan disuguhkan mengenai pendapat para mahasiswa di Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober lalu. Para mahasiswa ini menyampaikan pendapat mengenai makna dari sumpah pumuda dan juga pandangan mengenai pemuda jaman sekarang. Untuk lebih jelasnya silahkan simak video berikut :

Wednesday, October 19, 2016

UMS Tertarik Beri Gelar Doktor Kehormatan untuk Najwa Shihab



UMS, Pabelan-Online.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bambang Setiadji, pertimbangkan gelar doktor kehormatan kepada jurnalis Metro TV, Najwa Shihab.
Seperti yang dilansir dari Solopos.com, Bambang akan mempertimbangkan gelar doktor Honoris Causa(HC) kepada tuan rumah program siaran Mata Najwa tersebut. Najwa dipilih karena memiliki wawasan dan pengetahuan di bidang jurnalistik yang dinilai istimewa. Program Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab dinilai telah memberi dampak positif kepada masyarakat.
“Kalau Najwa jadi mendapat gelar doktor kehormatan berarti menyusul jurnalis senior Karni Ilyas [presentersalah satu televisi swasta nasional] di bidang hukum yang lebih dulu mendapat gelar serupa. Karena itu sekarang ini sedang kami negosiasikan dengan yang bersangkutan terkait dengan pemberian gelar tersebut. Semoga bisa terlaksana akhir tahun ini,” kata Bambang, Senin (17/10/2016).
Salah satu mahasiswa UMS, Dzikrina Aqsa Mahardika,  mendukung rencana UMS memberikan gelar dokter kehormatan kepada Najwa Shihab. Menurutnya Najwa memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang jurnalistik. Namun ia mengharapkan tidak ada kepentingan tertentu dibalik pemberian gelar tersebut. “Bagus, Mbak Nana (Najwa-red) 16 tahun di dunia jurnalistik. Dan Mbak Nana saat mengawal isu-isu di Indonesia melalui Mata Najwa-nya juga apik,” terangnya ketika dihubungi Pabelan-Online.com, Selasa (18/10/2016).
Sebelumnya UMS pernah memberikan gelar Honoris Causa (HC) kepada jurnalis senior Karni Ilyas dalam bidang hukum 2013 silam. Bambang menginginkan gelar kepada Najwa tersebut rampung akhir tahun 2016.
Sumber : Pabelan-Online.com, Solopos.com


Friday, October 7, 2016

Bukan Memperingati, Hanya Refleksi Mahasiswa “Mengenang” Pancasila


“Saya berdiri saja, karena saya terlalu tinggi,” canda Farqo ketika hendak membuka pembahasan diskusi pada rabu (5/10), ia adalah salah satu narasumber dalam kegiatan Diskusi dan kajian umum tentang “Kesaktian Pancasila” yang digelar diatas karpet merah gedung FKI UMS. Mungkin masyarakat sudah mengenal dengan adanya Pancasila, dimana 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari kelahiran pancasila. Ketika farco membuka pembahasan tentang tema tersebut, dia menjelaskan makna apa yang terkandung dalam pancasila itu. Menurutnya, makna pertama, ketuhanan yang maha esa ialah bentuk moralitas bangsa, kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, ialah terwujudnya keadaan yang adil dan beradab, yang ketiga, persatuan Indonesia ialah bentuk komitmen untuk persatuan bangsa, dimana Indonesia memiliki perbedaan suku-suku, dan berbagai macam latar belakang, namun kita tetap dalam kesatuan sebagai bangsa Indonesia.
            Farqo melanjutkan, makna sila keempat, bahwa Negara ialah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan sila terakhir mempunyai makna, adalah pemenuhan keadilan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Menjadi pertanyaan, masih sakti kah pancasila,” tanya farqo kepada peserta diskusi sore itu, melihat fakta yang ada sekarang, kemudian banyak problem-problem yang jauh dari makna-makna pancasila itu sendiri, inilah yang menjadi masalah besar bagi keadaan kita bersama.
            Peserta diskusi tampak menatap, seolah banyak pertanyaan yang muncul, mengenang Pancasila, yang mana kalau dilihat hanya diajarkan saat di bangku Sekolah Dasar (SD) saja. Bergegas Ichwanuddin Buckhori, narasumber kedua, yang dikenal sebagai Presiden BEM UMS melanjutkan pembahasan, “Menjadi permasalahan sekarang ialah, bagaimana Pancasila itu menjadi spirit untuk kaum muda masa kini, itu tugas kita sebenarnya kawan-kawan,” ucap Ikhwan yang mencoba memantik peserta diskusi dengan menyoroti permasalahan-permaslahan sekarang.
            Salah satu  peserta diskusi, Alan langsung membuka ritme pembahasan dengan pertanyaan “Apa yang terjadi dibalik ini semua,  karena secara sejarah, kelahiran pancasila ialah pada 1 Juni 1945, tetapi ada apa dibalik politik soeharto yang menetapkan 1 oktober sebagai hari kesaktian pancasila, menurut saya itu bentuk kejahatan demokrasi yang sampai saat ini dikenang masyarakat.” Ichwan dengan pelan menjawab, “dalam fenomena ini adalah bentuk hegemoni yang dilakukan politik soeharto terhadap masyarakat Indonesia sampai sekarang ini, yang terpenting ialah implementasi pancasila itu sendiri, untuk hari, tidak masalah.”
            Farqo menambahkan, ”yang seharusnya menjadi fokus ialah, pendidikan, karena di sektor pendidikan tidak diajarkan nilai-nilai pancasila, dan melihat masyarakat sekarang ialah banyak yang apatis, karena melihat memang kurang diajarkan pendidikan tentang pancasila itu sendiri.” Peserta diskusi lain, menambahkan pertanyaan “Apa yang terjadi, karena modernitas menjadikan ideologi pancasila semakin ditinggalkan,” Farqo bergegas menjawab bahwa adanya penjajahan baru di era sekarang, modernitas itulah yang menjadikan masyarakat Indonesia semakin meninggalkan Pancasila. Begitu dasyatnya penjajahan ini, ini seharusnya kita tidak meninggalkan pancasila itu sendiri. Ikhwan menambahkan “Sekarang ini seharusnya mempunyai formulasi-formulasi khusus, agar pancasila itu bisa menjadi spirit pemuda sekarang.”
            Muhammad Salma, yang mengaku sebagai mahasiswa Teknik Informatika semester 3 menambahkan pertanyaan, “sebenarnya masa depan Pancasila kedepan seperti apa, melihat kondisi sekarang ini seperti ini,” kondisi sekarang yang semakin meninggalkan pancasila, pemuda yang semakin lupa, dan seolah pancasila hanyalah sebuah formaitas yang diajarkan saat dibangku dasar.
            Dia melanjutkan, “Kemanusiaan yang dominatif dan eksploitatif,” sindirnya dengan tegas, yang menganggap adanya penjajah-penjajah yang mempunyai sila pancasila sendiri, yang ia sebut sebagai ancaman besar Neolib. Diskusi itu nampaknya membuka mata bersama tentang keadaan yang bertolak belakang dengan harapan pancasila itu sendiri, dan itu tugas kita bersama.
            “Kita hidup ditengah-tengah paham liberal, sembarang paham ada, yang paling penting ialah, kita punya pancasila, yang menjadi benteng-benteng kita untuk menyikapi keadaan sekarang ini. “ Tutup farqo, sekaligus menutup pembahasan. Kegiatan diskusi sore itu berjalan menarik, banyak tanya yang menumpuk, kemudian menjadikan refleksi mahasiswa bersama, yang bisa dipetik dari diskusi sederhana sore itu, sebagai pemuda kita seharusnya kembali pada Pancasila itu sendiri, zaman boleh modern, para sejarawan dan Founding father bolehlah sudah tiada, akan tetapi pancasila tetap sebagai falsafah dasar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Penulis: Muhammad Alan P I