Thursday, June 30, 2016

Prof. Yohanes Surya PhD – Carikan Saya Anak Yang Paling Bodoh

Prof. Yohanes Surya. PhD, Sang Super Guru
Carikan saya anak yang paling bodoh dari Papua, akan saya latih
Anak kelas 2 SD dari Papua yang sudah tinggal kelas 4 kali, jadi Juara matematika tingkat nasional, dan juara membuat robot!
Prof. Yohanes Surya PhD. yang lahir di Jakarta 6 Nopember 1963 ini, tidak asing lagi bagi telinga kita karena telah melahirkan segudang prestasi ditingkat internasional. Profesor lulusan College of William and Mary, Jurusan Fisika dari USA, dibawah bimbingan beliau, pelajar dari Indonesia telah mmapu berbicara di tingkat dunia. 54 medali emas, 33 medali perak dan 43 medali perunggu telah diraih pelajar indonesia di dalam berbagai lomba olimpiade tingkat internasional. Bahkan pada tahun 2006, Pelajar Indonesia menjadi juara dunia, mengalahkan 86 negara.
Hari ini beliau banyak berbincang dengan anggota PPI Kyoto, di Universitas Kyoto, Jepang. Beliau bercerita rahasia resepnya untuk menjadi seorang pengajar yang luar biasa. Mengapa luar biasa? Tentu saja karena sudah membuat pelajar Indonesia menjadi Juara Dunia di bidang Fisika.
Tetapi yang menarik buat saya adalah, beliau mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Beliau mengatakan, ”tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.” Untuk membuktikan pendapatnya ini, maka beliau pergi ke Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulunganlah kata orang Jakarta.
Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 SD. Ada satu orang anak yang sudah 4 tahun tinggal kelas di kelas 2 SD, dilatih kemudian menjadi juara nasional untuk olimpiade matematika, dan juga menjadi juara lomba membuat robot tingkat nasional. Banyak dari antara anak-anak papua yang paling bodoh itu, yang kampungnya paling terpencil, dimana semua orang masih pakai koteka, setelah di latih oleh guru yang baik dan metode yang benar, setelah diberi kesempatan, maka pada tahun 2011, anak-anak itu menjadi juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia. Mereka merebut medali emas, perak dan perunggu.
Masih sungguh banyak prestasi yang dicapai Sang Guru ini, yang tak mungkin saya ceritakan dalam tulisan singkat ini. Tetapi cukuplah mewakili bahwa dengan memberi kesempatan bagi anak-anak dari desa terpencil di Indonesia, mereka bisa menjadi Juara Dunia.
Prof. Yohanes Surya PhD, setelah menyelesaikan studinya di USA, beliau sempat kerja di sana dan ditawari berbagai hal menarik supaya tetap di Amerika. Tetapi beliau memilih untuk pulang ke Indonesia untuk berbuat sesuatu untuk negeri-nya. Beliau punya mimpi, 15 tahun ke depan untuk mendidik anak-anak Indonesia yang paling tertinggal di berbagai daerah, sehingga mereka menjadi Doktor (PhD), 30000 doktor, yang disebar di seluruh pelosok negeri. Jika ini terwujud, maka Indonesia akan bisa berbicara di Tingkat Internasional, bahkan kita akan bisa bertanding dengan negara maju seperti Amerika.
Jika anak-anak Papua bisa menjadi juara olimpeade fisika, juara olimpiade matematika, Juara membuat robot, maka semua anak-anak Indonesia yang dianggap paling bodoh sekalipun di seluruh nusantara, jika diberi kesempatan dan dibimbing dengan metode yang benar, maka sangat mungkin menciptakan 30000 doktor yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan ketika itu terjadi maka kemajuan negeri kita akan sama dengan Amerika, bahkan seperti pelajar Indonesia yang juara Olipiade Fisika, maka kita bisa jadi juara dunia, semua mungkin jika kita berusaha. Mestakung, kata beliau, semesta akan mendukung jika kita berusaha.

Apa rahasianya menjadi guru yang baik? Guru yang baik adalah guru yang bisa menginspirasi para muridnya, guru yang baik adalah guru yang bisa mengajarkan muridnya dengan mudah, ceria, dan senang. Metode yang diyakininya ini ternyata telah berhasil dengan luar biasa. Selain menjadi Juara Dunia di bidang Fisika dan Matematika, sudah banyak anak didiknya menjadi ilmuwan dan PhD terkemuka di dunia. Satu lagi, kita sudah menjadi lawan yang tangguh di bidang matematika dan fisika. Seumpamanya ini adalah pertandingan sepak bola, maka kita adalah Brazil atau Jerman. Tim yang sudah diakui dan ditakuti lawan sedunia.
Berikut adalah sosok dari Prof. Yohanes Surya PhD : 

Sumber : 
https://www.maxmanroe.com/prof-yohanes-surya-phd-carikan-saya-anak-yang-paling-bodoh.html

Monday, June 27, 2016

Let’s Move On

Let’s Move On
Oleh: Meydiana Rizky Amalia

           Selamat datang bulan yang istimewa, selamat datang bulan yang dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Ramadhan datang membangunkan semangat beribadah yang mulai layu. Ramadhan datang membawa perubahan. Tentunya bulan suci ini menambah semangat para pemuda untuk senantiasa berlomba-lomba berbuat kebaikkan.
Pemuda identik dengan semangat yang tinggi, kreativitas tanpa batas, dan pemimpin masa depan. Pemuda merupakan agen dari semua kebangkitan di dunia, di Indonesia pergerakkan dari bangsa ini diukir oleh semangat para pemuda bangsa. Sejarah Islam telah membuktikan bahwa pendukung-pendukung awal penyampaian risalah Islam ini oleh Rasulullah SAW, adalah para pemuda yang dengan tegar menjadi penyokong bagi penyampaian Risalah Islam.
Apa sih potensi pemuda? Menurut Hasan Al-Banna sosok pemuda tergambar pada QS Al-Kahfi Ayat 13
نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Yang artinya: “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”
Jadi potensi pemuda yang pertama adalah keimanan mereka, kemudian akhlak dan pendidikan mereka, serta semangat perjuangan mereka menghadapi segala tantangan yang ada. Hai para pemuda apakah kita sadar kita telah dijajah? Sudahkah kita menjadi pemuda yang diharapkan oleh Islam? Mari lihat sekitar kita, pemuda saat ini dalam kondisi kritis. Dimana pemuda banyak yang terjerumus pada dunia yang fana. Kasus narkoba oleh para pemuda lebih meningkat tajam dibandingkan dengan prestasi para pemuda, kasus tawuran hampir setiap saat dilakukan para pemuda bahkan mereka hamper tidak pernah melaksanakan diskusi-diskusi kecil. Identitas pemuda ‘agent of change’ sudah tergantikan dengan ‘agent of insurgent’. Lalu bagaimana dunia nanti jika pemudanya seperti demikian? Let’s move on guys!
Dibulan Ramadhan kali ini mari kita berbenah diri dan berubahlah menjadi yang lebih baik. Dibulan yang penuh ampunan ini mari kita manfaatkan untuk memohon ampun atas apa yang telah kita perbuat sebelumya. Ingatlah orangtua dan negara kita mengharapkan perubahan kita. Orangtua yang selalu membimbing kita dalam kebaikan karena kita adalah tanggung jawab mereka, setidaknya jangan mengecewakan mereka karena perbuatan kita, buat mereka bangga dengan apa yang telah kita lakukan. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, cari pengalaman sebanyak-banyaknya, perbanyak diskusi ilmiah serta agama bersama kawan-kawan, ukir prestasi sebanyak mungkin, dan berpartisipasi pada kemajuan bangsa.

Tantangan perkembangan dunia yang sangat cepat harus dapat diantisipasi dengan perbaikan-perbaikan dalam pola hidup generasi muda Islam. Islam adalah agama yang mendukung kemajuan dan kemodernan. Rasululluah SAW telah menberikan dorongan bagi kita untuk mengikuti perkembangan zaman yang terjadi. Hadis Rasulullah: “kamulah semua yang lebih tahu tentang urusan keduniaanmu”. Hadis rasulullah yang lain: “siapa yang menghendaki kesuksesan didunia harus dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki kesuksesan di akhirat harus dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki keduanya harus dengan ilmu”. 

Saturday, June 25, 2016

Muhammadiyah Kehilangan Bapak Pembangunan, Selamat Jalan H.Bisri Ilyas

Almarhum H.Bisri Ilyas (Ilustrator : Joko Irwan)
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. Muhammadiyah khususnya keluarga Muhammadiyah Jawa Timur kembali kehilangan putra terbaikya.  H.Bisri ILyas, salah satu pejuang dakwah  Muhammadiyah dan lokomotif pembangunan di Gresik, telah dipggil Allah SWT Pada hari jumat 24 juni 2016, sekitar Pukul 23.00 wib di kediamannya, Perumahan Rewwin, Sidoarjo.
Saat ini Almarhum disemayamkan dirumah duka Perum.Rewwin Sidoarjo.. selanjutnya besok Sabtu jam 09.30 wib akan dibawa ke rumah BP.Wetan Gresik. setelah Sholat Dhuhur akan di makamkan di Bungah-Gresik.
Almarhum H.Bisri Ilyas merupakan Tokoh Muhammadiyah yang sangat gigih dalam mengembangkan Muhammadiyah. Salah satu peninggalan yang paling mengesankan adalah PCM Unggulan, Gresik Kota Baru yang ia kembangkan di kawasan perumahan yang ia kelola. Kini di GKB telah muncul berbagai amal usaha yang sangat berkembang pesat seperti : SD Muhammadiyah GKB 1 dan 2, SMP Muhammadiyah 12 GKB, SMA Muhammadiyah 12 GKB, Klinik Aisyiyah, Masjid Faqih Usman, Masjid Taqwa, dsb.
Semoga Almarhum Husnul Khatimah.. Allah memberikan tempat terbaik di Surga bersama Rasulullah dan para Kekasih Allah.. Aamiin..

Sumber : http://sangpencerah.com/2016/06/muhammadiyah-kehilangan-bapak-pembangunan-selamat-jalan-h-bisri-ilyas.html

Wednesday, June 22, 2016

FKI Rukun




Assalamu'alaikum wr. wb
Hallo gaes, gimana ibadah kaliah di bulan ramadhan ini ?. Semoga semua ibadah, kalian jalankan dengan ikhlas dan mengharap ridho dari Allah swt.
Alhamdulillah, acara diskusi dan buka bersama dengan KAMA FKI yang bertajuk FKI Rukun telah terlaksana.
Untuk diskusi dalam acara FKI Rukun ini di isi oleh sdri Mahardika Arsya Aqsha Dzikrina atau yang akrab dipanggil Dika. Beliau memaparkan sebuah materi tentang "Media dan Kekerasan Seksual" yang dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam sesi diskusi ini peserta pun nampak cukup antusias dalam berdialog dengan kak Dika, terbukti dengan banyakya pertanyaan yang ditanyakan kepada kak Dika mengenai materi yang disampaikannya.
Setelah diskusi berakhir dan suara adzan pun berkumandang, ini menandakan bahwa waktu berbuka sudah tiba. Para peserta pun langsung menyantap hidangan yang sudah tersedia.
Semoga acara FKI Rukun ini merupakan sebuah agenda tahunan yang rutin dilaksanakan selama bulan ramadhan untuk mempererat ukhuwah islamiyah kita.
Wassalamu'alaikum wr. wb

Tuesday, June 14, 2016

Communication Music Video "Beat With Music"

Hallo gaes, ada info menarik nih bagi kalian yang suka nonton video music atau yang suka nonton video clip, nah inilah saatnya kalian bisa saksikan itu semua. Silahkan datang ke acara Communication Music Video "Beat With Music". Ini semua hasil karya dari kawan-kawan Komunikasi lhooh . . .
Acara ini diselenggarakan pada : 
Hari, Tanggal : Rabu-Kamis, 15 - 16 Juni 2016
Tempat : Gedung G Lantai 2 (Ruang Seminar Fakultas Ekonomi & Bisnis Lantai 2) Kampus 2 UMS.
Open Gate : 12.30 Wib.
Segmen Berikutnya : 14.00 Wib dan 15.30 Wib
HTM : Free alias GRATISSS
Ayo gaes tunggu apa lagi, nyesel deh kalo sampe kelewat atau gak dating, hehe . . .


Shahihkah Dalil Sholat Tarawih dengan Urutan 4-4-3 ?


Pertanyaan :
Apakah yang menjadi landasan Shalat Tarawih 4 rakaat satu salam dalam sholat tarawih 11 rakaat ?
Jawaban:
Sebelum menjawab substansi pertanyaan saudara, ada baiknya lebih dahulu diberikan penjelasan singkat tentang sebab-sebab perbedaan pendapat ulama, antara lain sebagai berikut:
1.   Karena perbedaan makna lafadz
2.   Karena masalah pemahaman hadis (nash)
3.   Karena berbenturan suatu dalil dengan pegangan pokok antara seorang dengan lainnya.
4.   Masalah Ta‘arudl dan Tarjih
5.   Perbedaan pandang terhadap dalil yang dipandang sahih oleh sebahagian ahli dan tidak sahih menurut sebahagian lainnya.
      Kemudian berikut ini kami sebutkan lebih dahulu beberapa hadis yang berhubungan dengan shalat malam (qiyamul-lail/qiyamu Ramadan), terjemahnya, serta penjelasan­penjelasannya, sebelum sampai pada kesimpulannya.
1.   Hadis Nabi saw riwayat al-Bukhari dari Aisyah r.a.
قَالَتْ عَائِشَةُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرَغَ مِنْ صَلاَةِ اْلعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ اْلعَتَمَةَ إِلَى اْلفَجْرِ اِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ مَا بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ. [رواه مسلم]
Artinya: “Aisyah r.a. berkata: Pernah Rasulullah saw shalat pada waktu antara Isya’, dan Subuh, – yang dikenal orang dengan istilah ‘atamah”, sebanyak sebelas raka’at, yaitu beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau shalat witir satu raka’at.”[HR. Muslim]
2.   Hadis Nabi saw riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a.
قَالَتْ عَائِشَةُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلاَثََ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ وَلاَ يَجْلِسُ فِي شَيْئٍ مِنْهُنَّ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ. [رواه البخاري ومسلم]
Artinya: “Aisyah r.a. berkata: Pernah Rasulullah saw shalat malam tiga belas raka’at, beliau berwitir lima raka’at dan beliau tidak duduk antara raka’at-raka’at itu melainkan pada akhirnya.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]
3.   Hadis Nabi saw riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a.
عَنْ عَائِشَةَ حِيْنَ سُئِلَتْ عَنْ صَلاَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثاً [رواه البخاري ومسلم].
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ketika ia ditanya mengenai shalat Rasulullah saw di bulan Ramadhan. Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunnat di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]
Penjelasan:
Hadis no. 1, menunjukkan bahwa Nabi saw pernah melakukan shalat malam dengan kaifiyah dua raka’at lima kali salam dan witir satu raka’at. Hadis no. 2, menunjukkan bahwa Nabi saw shalat delapan raka’at, tetapi tidak diterangkan berapa kali salam. Adapun hadis no. 3, menunjukkan bahwa Nabi saw shalat malam di bulan Ramadhan delapan raka’at dengan dua kali salam, artinya tiap empat raka’at sekali salam, kemudian dilanjutkan shalat witir tiga raka’at dan salam.
Mungkin timbul pertanyaan, dari mana kita memperoleh pengertian sesudah shalat empat raka’at lalu salam? Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut: Pertama dari perkataan كَيْفَ (bagaimana) yang menunjukkan bahwa yang ditanya tentang kaifiyah shalat qiyamu Ramadlan disamping juga menerangkan jumlah rakaatnya. Kedua, kaifiyah itu diperoleh dari lafadz يُصَلِّي أَرْبَعًا. Lafadz itu mengandung makna bersambung (الوصل) secara dzahir (ظاهر); yakni menyambung empat rakaat dengan sekali salam, dan bisa mengandung makna bercerai (الفصل); yakni menceraikan atau memisahkan dua rakaat salam dua rakaat salam. Namun makna bersambung itu yang lebih nyata dan makna bercerai jauh dari yang dimaksud (بَعِيْدٌ مِنَ اْلمُرَادِ). Demikian ditegaskan oleh Imam ash-Shanani dalam kitab Subulus-Salam (Juz 2: 13).
Hadis Aisyah ini menerangkan dalam satu kaifiyah shalat malam Nabi saw, disamping kaifiyah yang lainnya. Hadis Aisyah ini harus diamalkan secara utuh baik raka’at dan kaifiyahnya. Hadis Aisyah ini tidak ditakhshish oleh hadis صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى (shalat malam harus dua rakaat, dua rakaat), dan hadis tersebut tidak mengandung pengertian Hashar seperti dikatakan oleh Muhammad bin Nashar. Imam an-Nawawi dalam syarah Muslim mengatakan, shalat malam dengan empat raka’at boleh sekali salam (تسلمة ولحدة) dengan ungkapan beliau وهذا ليبان الجواز (salam sesudah empat rakaat menerangkan hukum boleh (jawaz)). Perkataan an-Nawawi tersebut dikomentari oleh Nashiruddin al-Albaniy dalam bukunya “صلاة التراويح sebagai berikut:
وَصَدَقَ رَحِمَهُ اللهُ فَقَوْلَ الشَّافِعِيَّةُ: يَجِبُ أَنْ يُسَلِّمَ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَإِذَا صَلاَّهَا بِسَلاَمٍ وَاحِدٍ لَمْ تَصِحُّ، كَمَا فِي اْلفِقْهِ عَلَي اْلمَذَاهِبِ اْلأَرْبَعَةِ وَشَرْحِ اْلقَسْطَلاَنِي عَلَي اْلبُخَارِي وَغَيْرِهَا خِلاَفُ هَذَا اْلحَدِيْثِ الصَّحِيْحِ وَمَنَافٌ لَقَوْلِ النَّوَوِي بِاْلجَوَازِ وَهُوَ مِنْ كِبَارِ اْلعُلَمَاءِ اْلمُحَقِّقِيْنَ فِي اْلمَذْهَبِ الشَّافِعِي فَلاَ عَذْرَ لِأَحَدٍ يُفْتِي بِخَلاَفِهِ. [صلاة التراويح، ص: 17-18]
Artinya: “Dan sungguh benar ucapan Imam an-Nawawi rahimahullah itu, maka mengenai pendapat ulama-ulama Syafi’iyyah bahwa wajib salam tiap dua raka’at dan bila shalat empat raka’at dengan satu salam tidak sah, sebagaimana terdapat dalam kitab fiqih mazhab empat itu dan uraian al-Qasthallani terhadap hadis al-Bukhari dan lainnya, hal itu menyalahi hadis (Aisyah) yang shahih itu serta menafikan terhadap ucapan (pendapat) an-Nawawi yang mengatakan hukum boleh (jawaz) itu. Padahal an-Nawawi salah seorang ulama besar ahli tahqiq dalam mazhab Syafi’i, hal itu tidak bisa ditolerir (dibenarkan) bagi siapapun juga berfatwa menyalahi ucapan beliau itu.” [Shalatut-Tarawih, hal 17-18]
Sebagaimana diketahui hadis Aisyah itu yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim sangat kuat (rajih) dibanding dengan hadis-hadis lainnya tentang qiyamu Ramadlan. Sehubungan hal itu Ibnu al-Qayyim al-Jauzi menulis di dalam kitab Zadul Ma’ad:
وَإِذَا اخْتَلَفَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَعَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا فَي شَيْئٍ مِنْ أَمْرِ قِيَامِهِ بِاللَّيْلِ، فَاْلقَوْلُ مَا قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا حَفِظَتْ مَا لَمْ يَحْفَظِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، وَهُوَ اْلأَظْهَرُ لِمُلاَزَمَتِهَا لَهُ وَلِمَرْعَاتِهَا ذَلِكَ، وَلِكَوْنِهَا أَعْلَمُ اْلخُلُقِ بِقِيَامِهِ بِاللَّيْلِ، وَابْنُ عَبَّاسٍ إِنَّمَا شَاهِدُهُ لَيْلَةَ اْلمَبِيتِ عِنْدَ خَالَتِهَا (مَيْمُونَةٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا). [زاد المعاد: 1: 244]
Artinya: “Dan apabila berbeda riwayat lbnu Abbas dengan riwayat Aisyah dalam sesuatu hal menyangkut shalat malam Nabi saw, maka riwayat yang dipegang adalah riwayat Aisyah r.a. Beliau lebih tahu apa yang tidak diketahui Ibnu Abbas, itulah yang jelas, karena Aisyah selalu mengikuti dan memperhatikan hal itu, Aisyah orang yang lebih mengerti tentang shalat malam Nabi saw, sedangkan Ibnu Abbas hanya menyaksikannya ketika bermalam di rumah bibinya (Maimunnah r.a.). [Zadul Ma’ad, 1: 244]
Diinformasikan oleh Imam asy-Syaukani, bahwa kebanyakan ulama mengatakan, shalat tarawih dua raka’at satu salam hanya sekedar menunjukkan segi afdlal (utama) saja, bukan memberi faedah Hashar (wajib), karena ada riwayat yang sahih dari Nabi saw, bahwa beliau melakukan shalat malam empat raka’at dengan satu salam. Hadis صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى hanya untuk memberi pengertian/ menunjuk (irsyad) kepada sesuatu yang meringankan saja, artinya shalat dua rakaat dengan satu salam lebih ringan ketimbang empat rakaat sekali salam.
Lebih jauh disebutkan dalam kitab Nailul-Authar, memang ada perbedaan pendapat antara ulama Salaf mengenai mana yang lebih utama (afdlal) antara menceraikan (الفصل = memisahkan 4 rakaat menjadi 2 rakaat satu salam, 2 rakaat satu salam) dan bersambung    (الوصل = empat rakaat dengan satu), sedangkan Imam Muhammad bin Nashar menyatakan sama saja afdlalnya antara menceraikan (الفصل) dan bersambung (الوصل), mengingat ada hadis sahih bahwa Nabi saw berwitir lima rakaat, beliau tidak duduk kecuali pada rakaat yang kelima, serta hadis-hadis lainnya yang menunjukkan kepada bersambung (الوصل). [Nailul-Authar: 2: 38-39]
Mengenai pendapat/ fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu‘ Fatawanya dan Dr. Shalih Fauzan bin Abdullah Fauzan dalam bukunya الملخص الفقهي yang mengatakan shalat empat rakaat sekali salam itu salah dan menyalahi sunnah, pendapat itu justru menentangkan sunnah dan terkesan ekstrim. Hal itu sama juga dengan pendapat sementara orang di Indonesia yang menyatakan shalat empat raka’at dengan satu salam adalah ngawur, mereka itu sangat terpengaruh dengan pendapat sebahagian ulama Syafi’i yang fanatik dalam hal tersebut seperti disebutkan oleh Muhammad Nashiruddin al-Albaniy (Kalau ingin memperluas uraian ini merujuklah kepada kitab-kitab shalat Tarawih karangan al-Albaniy itu).
Menurut hemat kami Syeikh Abdul Aziz bin Bas, dalam bidang akidah berpegang kepada ajaran yang dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, sedang dalam bidang fiqih sangat dipengaruhi oleh paham Ahmad bin Hambal (Hanbali), dan itu umum dianut penduduk Saudi Arabia.
Ahli hadis Indonesia seperti Prof. Dr. T.M. Hasbi ash-Shiddieqy (dalam bukunya Pedoman Shalat hal 514; begitu juga dalam “Koleksi Hadis-Hadis Hukum” Juz 5: hal 130), begitu pula A. Hassan pendiri Persatuan Islam, ahli hadis juga, dalam bukunya “Pelajaran Shalat, hal 283-284 kedua beliau itu berpendapat bahwa shalat tarawih/qiyamu Ramadlan empat raka’at sekali salam adalah sah, itu salah satu kaifiyah shalat malam yang dikerjakan oleh Nabi saw.
Sebagai informasi tambahan kami kutip di sini apa yang ditulis Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ (syarah al-Muhazzab, juz 5: 55), al-Qadli Husein berpendapat bahwa apabila shalat tarawih dilakukan dua puluh raka’at, maka tidak boleh/ tidak sah dikerjakan, empat raka’at sekali salam, tetapi harus dua raka’at sekali salam, bukan yang dimaksud oleh beliau itu shalat tarawih delapan raka’at.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil kaji ulang kami sebagaimana uraian/ penjelasan di atas, maka menurut hemat kami hadis tentang shalat tarawih empat raka’at sekali salam tidak bermasalah, baik dari sisi matan maupun sanadnya. Dalam buku Tuntunan Ramadan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang diterbitkan oleh Majalah Suara Muhammadiyah, telah disebutkan bahwa jumlah raka’at shalat tarawih empat raka’at salam dan dua raka’at salam merupakan tanawu’ dalam beribadah, sehingga keduanya dapat diamalkan.
Sumber : 
  • http://sangpencerah.com/2015/06/shahihkah-dalil-sholat-taraweh-formasi-4-4-3.html
  • Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah